JurnalPatroliNews – Jakarta -Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya tren positif terkait penurunan jumlah pengungsi akibat rentetan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera.
Hingga Minggu, 4 Januari 2026, tercatat sebanyak 242.174 jiwa masih bertahan di titik-titik pengungsian, berkurang cukup signifikan dari angka sebelumnya yang sempat menyentuh lebih dari 380 ribu jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa penurunan terbesar berasal dari Provinsi Aceh dengan pengurangan mencapai 15.606 jiwa.
Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi air di pemukiman warga mulai surut, sehingga sebagian masyarakat telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing untuk memulai proses pembersihan.
Meskipun jumlah pengungsi menurun, duka mendalam masih menyelimuti proses evakuasi. Berdasarkan data rekapitulasi yang diperbarui pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat bertambah 10 orang, sehingga total menjadi 1.177 jiwa.
Sementara itu, tim SAR gabungan masih terus bekerja keras di lapangan untuk mencari 148 orang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa angka orang hilang mengalami koreksi positif sebanyak 17 nama setelah adanya sinkronisasi data dari tingkat desa, kecamatan, hingga laporan pihak keluarga.
Penurunan daftar pencarian ini terjadi karena adanya warga yang sebelumnya dilaporkan hilang ternyata ditemukan selamat atau sudah terdata di lokasi pengungsian lain.
BNPB menegaskan bahwa tim gabungan masih tetap bersiaga di lokasi-lokasi terdampak untuk memberikan layanan logistik dan dukungan medis bagi sisa pengungsi yang belum bisa kembali.
Fokus utama saat ini adalah pemulihan infrastruktur dasar dan percepatan pencarian korban di titik-titik longsor yang masih sulit dijangkau.














