KPK Diam-Diam Periksa Ayah Dito Ariotedjo dalam Skandal Antam–Loco Montrado

JurnalPatroliNews – Jakarta –   Pemeriksaan terhadap Arie Prabowo Ariotedjo, ayah dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, ternyata telah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pekan lalu.

Arie yang pernah menjabat Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam) Tbk periode Mei 2017–Desember 2019 itu diperiksa terkait kasus dugaan korupsi kerja sama pengolahan anoda logam antara Antam dan PT Loco Montrado (LM).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan pemeriksaan berlangsung pada Selasa, 7 Oktober 2025. “Penjadwalan ulang dilakukan karena pada hari ini yang bersangkutan memiliki agenda lain yang sudah ditetapkan sebelumnya,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (14/10/2025).

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik menggali lebih jauh mekanisme kerja sama Antam–LM yang ditaksir menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp100 miliar.

Arie Prabowo sendiri bukan kali pertama diperiksa. Ia sebelumnya juga dimintai keterangan dalam perkara yang sama pada 6 Juni 2023.

Sementara itu, Direktur Utama PT LM, Siman Bahar, telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2021, namun status hukumnya sempat dibatalkan lewat praperadilan di PN Jakarta Selatan. KPK kemudian kembali menetapkannya sebagai tersangka pada 5 Juni 2023.

Siman Bahar beberapa kali menjalani pemeriksaan, termasuk selama 8 jam di Gedung Merah Putih KPK pada 4 Mei 2023. Namun, ia juga kerap mangkir, seperti pada 17 Oktober 2024 dengan alasan sakit. Pemeriksaan terakhir dilakukan pada 20 Mei 2025 ketika Siman sedang dirawat di RS Bethsaida Gading Serpong, Tangerang.

Meski telah menyandang status tersangka, hingga kini KPK belum melakukan penahanan dengan alasan kondisi kesehatan Siman.

Dalam penyidikan, KPK sudah menyita sejumlah aset, termasuk tanah dan bangunan pabrik seluas 5.000 meter persegi di Jawa Timur senilai Rp100 miliar, serta uang Rp100,7 miliar yang telah disetorkan ke rekening penampungan KPK sebagai titipan pengganti kerugian negara.