JurnalPatroliNews – Jakarta – Aparat keamanan di Jepang mengambil tindakan tegas dengan menangkap dua orang warga negara Amerika Serikat (AS) yang nekat melakukan aksi penyusupan ke dalam area terlarang kebun binatang.
Kedua turis asing tersebut dilaporkan nekat menerobos masuk ke dalam zona kandang Punch, seekor monyet jenis makaka yang saat ini tengah menjadi fenomena internet dan bintang di jagat maya sejak awal tahun 2026.
Merujuk pada dokumen keterangan resmi dari pihak kepolisian Jepang pada Senin (18/5), salah satu pelaku yang berhasil diamankan merupakan seorang pemuda yang baru menginjak usia 24 tahun.
Pemuda tersebut terpaksa digelandang oleh petugas setelah kedapatan memanjat pagar pembatas dan mencoba menyusup ke dalam ruang kandang Punch yang berada di dalam kompleks Kebun Binatang Ichikawa City.
Sementara itu, satu pelaku lainnya yang ikut ditangkap merupakan seorang pria berusia 27 tahun yang diketahui berprofesi sebagai seorang penyanyi di negara asalnya. Pria ini ikut diseret ke jalur hukum lantaran bertindak sebagai perekam video yang mendokumentasikan aksi nekat memanjat pagar yang dilakukan oleh rekannya tersebut.
Berdasarkan sejumlah dokumentasi foto yang telah beredar luas di berbagai platform media sosial, pelaku penyusupan terlihat mengenakan kostum khusus saat melancarkan aksi menerobos kandang Punch.
Akibat dari perbuatan tidak tertib dan provokatif tersebut, kawanan monyet yang berada di dalam lokasi kejadian langsung dilaporkan ketakutan hingga berhamburan menyelamatkan diri ke berbagai arah.
Coba Kelabui Petugas dan Terancam Sanksi Pidana Berusaha Pihak kepolisian setempat memberikan kepastian bahwa kedua pelaku belum sempat melakukan interaksi fisik secara langsung maupun berada dalam jarak yang dekat dengan satwa-satwa di sana.
Sesaat setelah mengeksekusi aksi nekat demi konten tersebut, pergerakan keduanya langsung dihentikan dan mereka segera diringkus oleh aparat keamanan setempat yang bersiaga di area kebun binatang.
Melansir laporan dari kantor berita AFP, kepolisian Jepang menegaskan bahwa kedua pria asal Amerika Serikat tersebut saat ini tengah menghadapi tuntutan hukum yang cukup serius, yaitu dakwaan atas pasal menghalangi kegiatan usaha secara paksa.
Pihak berwenang juga menambahkan catatan bahwa saat proses interogasi awal di lapangan, duo turis asing ini tidak mampu menunjukkan dokumen identitas resmi mereka kepada petugas.
Tidak hanya itu, mereka juga sempat mencoba mengelabui aparat penegak hukum dengan memberikan keterangan palsu serta berbohong mengenai nama asli mereka masing-masing.
Kasus penangkapan berskala internasional ini terjadi di tengah gelombang lonjakan arus wisatawan domestik maupun mancanegara yang berbondong-bondong datang ke Jepang hanya demi melihat langsung sosok Punch di area kandangnya.
Sebagai informasi, bayi monyet makaka tersebut sukses mencuri perhatian publik dan bertransformasi menjadi bintang internet baru pada tahun ini.
Namanya viral setelah pihak manajemen kebun binatang mengunggah sebuah foto mengharukan yang memperlihatkan Punch sedang memeluk erat sebuah boneka orangutan produk IKEA untuk menghibur dirinya sendiri pasca-mengalami penolakan dari sang induk kandung.
Setelah sempat dibesarkan secara intensif di lingkungan buatan manusia, Punch dilaporkan sudah mulai menjalani proses latihan adaptasi untuk kembali bergabung dengan kelompok koloninya pada awal tahun ini.














