PKB Sulsel Didesak Pecat Legislator yang Diduga Selingkuh dan Nikah Siri

JurnalPatroliNews – Jakarta – Musyawarah wilayah (Muswil) DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar, Senin (8/12/2025), diwarnai kericuhan. Sejumlah pengunjuk rasa menuntut pemecatan seorang legislator PKB Jeneponto yang diduga berselingkuh dan melakukan nikah siri.

Kericuhan terjadi di sebuah hotel di Jalan Pasar Ikan, Makassar, saat kelompok Gerakan Rakyat Turatea berusaha menerobos masuk ke lokasi muswil dengan membawa mobil komando.

Massa dihadang oleh petugas keamanan hotel dan panitia, sehingga aksi saling dorong sempat tidak terhindarkan.

Ketegangan mereda setelah Sekretaris Wilayah PKB Sulsel, Muhammad Haikal, menemui pengunjuk rasa. Koordinator lapangan aksi, Andi Rifal, menuntut pemecatan Muhammad Basir yang diduga berselingkuh dan menikah siri dengan Andi Sri Reski Wulandari, anggota DPRD Takalar yang saat itu masih berstatus istri sah Herman.

Menurut Rifal, dugaan perselingkuhan itu terjadi sekitar setahun lalu ketika keduanya masih terikat pernikahan masing-masing. Herman, suami sah Wulandari, mengklaim istrinya mengakui kehamilannya serta pernikahan siri dengan Basir.

Massa juga menyampaikan kekecewaan karena laporan yang diajukan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Jeneponto belum ditindaklanjuti.

Mereka menuntut tiga hal: pemecatan Basir, percepatan sidang etik, dan pelaksanaan tes DNA untuk memastikan status janin.

Menanggapi tuntutan tersebut, Muhammad Haikal menegaskan bahwa partai telah menerima laporan resmi. Namun, menurutnya, PKB membutuhkan bukti materiil yang kuat sebelum mengambil keputusan strategis mengenai sanksi pemecatan.

“Kami butuh bukti yang dapat meyakinkan mekanisme pengambilan keputusan di internal partai. Jika bukti sudah jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, partai pasti bersikap tegas,” ujar Haikal.

Berita Lainnya