JurnalPatroliNews – Jakarta -Gejolak geopolitik di Amerika Latin kembali mengguncang stabilitas pasar keuangan dunia. Pada perdagangan Senin pagi, 5 Januari 2026, harga emas dunia mencatatkan lonjakan signifikan lebih dari 1 persen hanya dalam hitungan jam.
Kenaikan tajam ini dipicu oleh sentimen negatif pasar merespons aksi militer Amerika Serikat yang menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, sebuah peristiwa yang dinilai sebagai intervensi paling kontroversial dalam beberapa dekade terakhir.
Investor global bereaksi cepat dengan mengaktifkan mode siaga dan mengalihkan aset mereka ke instrumen safe haven. Hingga pukul 08.19 WIB, harga emas spot terpantau melesat 1,5 persen ke level 4.395,35 Dolar AS per ons.
Posisi ini membawa harga logam mulia tersebut mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat tersentuh pada akhir Desember 2025 lalu. Tren ini melanjutkan performa impresif emas sepanjang tahun 2025 yang tercatat tumbuh hingga 64 persen.
Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mengalami reli hijau. Harga perak mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 4,5 persen pada pembukaan pasar hari ini.
Platinum turut menguat 1,5 persen ke posisi 2.175,15 Dolar AS per ons, disusul oleh paladium yang naik 0,4 persen. Kenaikan serempak ini menunjukkan bahwa pasar sedang mencari perlindungan di tengah ketidakpastian kendali pemerintahan di Venezuela pascapenangkapan Maduro.
Para analis memprediksi bahwa kilau logam mulia tidak akan meredup dalam waktu dekat selama stabilitas global masih rapuh.
Perhatian pasar kini tertuju pada potensi kelanjutan ketegangan di Amerika Latin serta kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di tengah situasi dunia yang semakin sulit diprediksi.














