JurnalPatroliNews | Pontianak — Presiden Prabowo Subianto tiba di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026), untuk meninjau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.
Pesawat kepresidenan yang membawa Prabowo mendarat di Pangkalan TNI AU Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, sekitar pukul 11.42 WIB.
Kedatangan Presiden di Kalimantan Barat menjadi bagian dari langkah pemerintah mempercepat penanganan karhutla yang telah berdampak terhadap sejumlah wilayah.
Prabowo terlihat mengenakan pakaian safari berwarna cokelat, dipadukan dengan topi biru dan kacamata hitam. Begitu turun dari pesawat, Presiden langsung disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Prabowo kemudian menyalami ketiganya sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan. Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya juga terlihat mendampingi Presiden dan masuk ke kendaraan yang sama.
Kunjungan Presiden ke Kalimantan dilakukan setelah sebelumnya Prabowo memberikan instruksi agar jajaran utama TNI dan Polri turun langsung menangani karhutla di wilayah terdampak.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo bertolak dari Jakarta menuju Kalimantan untuk mengecek kondisi sekaligus memimpin langsung langkah penanganan karhutla.
Melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Teddy sebelumnya membagikan dokumentasi keberangkatan Presiden dari Jakarta pada Sabtu pagi.
Menurut Teddy, sehari sebelum kunjungan tersebut, Presiden telah memberikan instruksi kepada para pejabat utama TNI dan Polri untuk bersama-sama pemerintah daerah serta masyarakat menangani karhutla di empat provinsi di Kalimantan.
“Pembagian tugas dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan terpadu,” kata Teddy.
Presiden meminta seluruh jajaran bergerak secepat dan seoptimal mungkin. Sasaran utamanya adalah mengendalikan kebakaran sekaligus memastikan masyarakat yang terdampak dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.
Untuk mempercepat respons, pemerintah membagi tugas antara unsur TNI dan Polri di empat provinsi.
Di Kalimantan Barat, penanganan langsung dikoordinasikan oleh Panglima TNI dan Kapolri.
Sementara di Kalimantan Tengah, tugas tersebut diberikan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Wakapolri.
Untuk Kalimantan Selatan, pemerintah menugaskan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Astamaops Polri.
Adapun penanganan di Kalimantan Timur melibatkan Wakil Panglima TNI dan Komandan Korps Brimob Polri.
Pembagian tugas tersebut dirancang agar koordinasi di masing-masing wilayah dapat berlangsung lebih cepat, terutama dalam merespons titik-titik karhutla yang membutuhkan penanganan segera.
Turunnya langsung Presiden ke Kalimantan menunjukkan tingginya perhatian pemerintah terhadap persoalan karhutla. Penanganan tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat berjalan efektif.
Dengan instruksi langsung tersebut, seluruh unsur di lapangan dituntut mempercepat respons dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena Presiden memilih melakukan peninjauan langsung di daerah tersebut.
Kehadiran Prabowo di lapangan sekaligus menjadi pesan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
Pemerintah berharap langkah cepat dan pembagian tugas lintas institusi tersebut mampu mengendalikan kebakaran, mencegah perluasan titik api, serta mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.














Komentar