JurnalPatroliNews – Jakarta – Seorang pria di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, tewas bersimbah darah setelah ditikam temannya sendiri. Peristiwa tragis itu terjadi di Desa Penawar Rejo, Kecamatan Banjar Margo, pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban diketahui bernama Arif Rodian (27), warga setempat. Ia ditemukan tak bernyawa di halaman rumah warga dengan luka tikaman senjata tajam di bagian punggung. Warga yang menemukan korban segera melapor ke pihak kepolisian.
Petugas Polsek Banjar Agung bersama tim Inafis Polres Tulang Bawang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Penawar Tama untuk kepentingan visum.
Beberapa jam setelah kejadian, polisi berhasil menangkap pelaku penikaman yang diketahui bernama Sahat Naibaho (37). Pelaku merupakan teman korban sekaligus pemilik lapo tuak—kedai minuman tradisional—yang sering dikunjungi korban.
Dari hasil pemeriksaan sementara, motif penikaman dipicu oleh emosi pelaku yang tidak terima istrinya dilecehkan korban. Saat itu korban sedang minum tuak di kedai milik pelaku, kemudian diduga meremas bagian tubuh istri pelaku.
“Pelaku emosi setelah istrinya dilecehkan korban. Ia kemudian mengambil pisau dapur dan menghampiri korban. Terjadi cekcok, dan pelaku langsung menusuk korban,” ujar Kanitreskrim Polsek Banjar Agung, Ipda Tarzan, Sabtu malam.
Korban sempat berusaha melarikan diri, namun pelaku berhasil mengejar dan menikam punggung korban hingga tewas di tempat. Barang bukti sebilah pisau dapur berhasil diamankan dari lokasi kejadian.
“Korban meninggal akibat luka tusukan di bagian punggung yang menembus organ vital,” jelas Ipda Tarzan.
Di hadapan polisi, Sahat mengaku menyesal dan tidak berniat membunuh korban. Ia mengaku hanya ingin memberi pelajaran atas perbuatan korban, namun kehilangan kendali karena emosi yang memuncak.
Kini, pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Banjar Agung dan dijerat pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat.
Sementara itu, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan pada malam hari di kampung halamannya.














