Rute MRT Tangsel Disembunyikan, Menhub Ungkap Fakta di Baliknya

JurnalPatroliNews | Jakarta – Pemerintah memilih menahan publikasi trase proyek Mass Rapid Transit (MRT) menuju Tangerang Selatan (Tangsel) hingga proses kajian selesai. Langkah tersebut diambil untuk menghindari spekulasi harga tanah yang berpotensi mengerek biaya investasi dan merugikan masyarakat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, kerahasiaan rute bukan dimaksudkan untuk menutup informasi kepada publik, melainkan sebagai strategi menjaga kelayakan ekonomi proyek transportasi massal yang saat ini masih berada pada tahap perencanaan.

Menurut Dudy, saat ini investor masih melakukan penghitungan terhadap dua alternatif jalur yang sedang dikaji. Opsi pertama melewati kawasan Pondok Cabe, sementara alternatif lainnya melintasi Pondok Aren. Kedua trase tersebut masih dianalisis dari berbagai aspek teknis maupun ekonomi sebelum diputuskan sebagai rute resmi.

Ia mengingatkan bahwa kebocoran informasi mengenai jalur MRT dapat memicu praktik spekulasi tanah yang berujung pada lonjakan harga secara tidak wajar. Kondisi tersebut dinilai akan meningkatkan biaya pembebasan lahan dan mengganggu kelayakan investasi proyek.

“Jika rute diumumkan terlalu dini, harga tanah bisa melonjak berkali-kali lipat. Yang akhirnya dirugikan bukan hanya investor, tetapi juga masyarakat karena biaya pembangunan menjadi jauh lebih mahal,” ujar Dudy.

Ia menggambarkan, lahan yang sebelumnya bernilai rendah dapat mengalami kenaikan harga secara drastis hanya karena adanya informasi pembangunan infrastruktur.

“Tanah yang sebelumnya bernilai sekitar Rp1 juta bisa melonjak menjadi puluhan juta rupiah. Dalam kondisi seperti itu, kalkulasi proyek menjadi tidak realistis. Yang memperoleh keuntungan hanya pihak-pihak yang melakukan spekulasi,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan proses penyusunan kajian proyek MRT Tangsel tetap berjalan sesuai rencana.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, mengungkapkan bahwa studi kelayakan proyek sedang disusun bersama oleh Sinar Mas dan PT MRT Jakarta.

Kajian tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026 dan akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan trase akhir, tahapan pembangunan, hingga skema investasi proyek.

“Saat ini kajian masih berlangsung. Kami berharap seluruh proses dapat diselesaikan pada akhir tahun sehingga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan selanjutnya,” ujar Allan.

Setelah kajian selesai, pemerintah akan menentukan rute final yang dinilai paling layak secara teknis, ekonomis, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas antara Jakarta dan Tangerang Selatan.

Pemerintah berharap pembangunan MRT menuju Tangsel nantinya mampu mengurangi kemacetan, memperkuat integrasi transportasi perkotaan, sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan penyangga Ibu Kota secara lebih berkelanjutan.

Komentar