JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Indonesia kembali menarik minat investasi besar dari Jepang. Toyota Tsusho Corporation (TTC), bagian dari Toyota Group, menyatakan komitmennya untuk menanamkan modal sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun guna memperkuat sektor hilirisasi timah dan tembaga di Tanah Air.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menjelaskan bahwa Toyota Tsusho merupakan perusahaan perdagangan dan investasi global yang telah lama menjadi mitra dagang PT Timah Tbk untuk produk-produk turunan logam tersebut.
“Toyota Tsusho tengah menjajaki pembangunan fasilitas produksi solder paste di Indonesia yang nantinya akan dikembangkan bersama PT Timah sebagai mitra lokal,” ujar Todotua di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Menurutnya, langkah Toyota ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam memperkuat rantai nilai industri logam nasional melalui hilirisasi mineral, terutama yang memiliki peran penting dalam sektor elektronik dan otomotif.
“Indonesia saat ini memasok sekitar 18 persen kebutuhan timah dunia dan menjadi salah satu pemain kunci dalam rantai pasok global. Dengan posisi strategis tersebut, Indonesia punya peluang besar untuk memperkuat industri downstream,” tambahnya.
Lebih dari 50 persen konsumsi timah global digunakan untuk memproduksi solder, khususnya solder paste—komponen vital dalam pembuatan perangkat elektronik, kendaraan listrik, hingga panel energi surya. Permintaan global terhadap solder paste diprediksi meningkat dari 5.170 ton pada 2024 menjadi 6.300 ton pada 2029.
Selain di sektor timah, Toyota Tsusho juga tertarik berinvestasi dalam hilirisasi tembaga. Fokus utamanya adalah pada pembangunan fasilitas copper rod sebagai bahan baku kabel, seiring meningkatnya kebutuhan industri otomotif dan energi di tingkat global.
“Pemerintah akan memberikan dukungan penuh mulai dari proses perizinan, kemudahan berusaha, hingga tahap operasional,” tegas Todotua.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai rencana investasi ini telah dilakukan dalam pertemuan antara Kementerian Investasi/BKPM dan jajaran eksekutif TTC di Tokyo pada Jumat (7/11/2025). Agenda tersebut juga membahas peluang kerja sama dalam pengembangan industri hijau dan teknologi ramah lingkungan.
Dalam lima tahun terakhir, Jepang tercatat sebagai sumber investasi asing langsung (FDI) terbesar keempat di Indonesia, dengan nilai mencapai US$ 18,89 miliar dan rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 12,4 persen.
“Investasi Toyota Tsusho ini menjadi bukti nyata semakin kuatnya hubungan ekonomi Indonesia–Jepang, sekaligus mempertegas komitmen kedua negara dalam mendorong hilirisasi dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Todotua.














