Banjir Bandang Padang Panjang Telan Korban Massal! 49 Orang Belum Ditemukan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Upaya pencarian para korban banjir bandang di kawasan Jembatan Kembar, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, masih berlangsung hingga Senin (1/12/2025). Tim penyelamat gabungan terus bekerja siang dan malam untuk menemukan puluhan warga yang hingga kini belum ditemukan.

Data terbaru dari Posko Tanggap Darurat mencatat 26 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, 49 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan berada dalam pencarian intensif.

Dari jumlah tersebut, 32 merupakan warga Silaiang Bawah, Padang Panjang, dan 17 lainnya adalah pengendara atau warga non-lokal yang melintas saat banjir bandang terjadi.

Wakil Wali Kota Padang Panjang, Alex Saputra, menjelaskan bahwa seluruh unsur penanganan bencana dikerahkan untuk mempercepat pencarian. Operasi melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta para relawan dari berbagai organisasi.

Menurut Alex, kondisi medan menjadi hambatan besar. Luapan air yang masih tinggi, material longsor, dan aliran sungai yang deras menyulitkan tim untuk mencapai titik-titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban tertimbun.

Hal serupa diungkapkan Koordinator Lapangan Basarnas Padang, Samsul. Ia menyampaikan bahwa pada Minggu (30/11/2025) siang, tim Basarnas menemukan dua jenazah tambahan di kawasan Mega Mendung.

Namun, debit air yang tinggi membuat penyelamatan semakin sulit, terutama untuk menyeberangi sungai dan melakukan penyisiran menyeluruh.

Sementara itu, laporan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat mencatat bahwa banjir bandang dan longsor akibat cuaca ekstrem telah melanda 16 kabupaten dan kota di 28 kecamatan. Secara keseluruhan, korban meninggal dunia mencapai 129 orang, sedangkan 112 orang masih hilang dan terus dicari.

Puluhan warga yang hilang tersebut tersebar di tiga wilayah utama, yakni Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, dan Kota Padang.

Tim SAR gabungan kini memperluas sektor pencarian, termasuk membuka akses menuju lokasi yang masih terisolasi. Posko tambahan juga didirikan untuk memperkuat dukungan logistik.

Pemerintah daerah memastikan operasi pencarian korban banjir Padang Panjang tidak akan dihentikan sampai seluruh korban berhasil ditemukan.

Berita Lainnya