JurnalPatroliNews – Jakarta -Duka mendalam menyelimuti warga Desa Uematopa, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah.
Seorang ibu muda berusia 19 tahun bernama Wita Ladi meninggal dunia setelah mengalami pendarahan hebat usai melahirkan. Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan jenazahnya harus dibonceng menggunakan sepeda motor dengan posisi terikat viral di media sosial.
Insiden memilukan ini bermula pada Rabu, 14 Januari 2026, ketika Wita mengalami kondisi darurat medis di Dusun Paria. Keluarga harus menempuh perjalanan selama 4 jam untuk membawanya ke Puskesmas Bulan Jaya.
Sesampainya di puskesmas, kondisi Wita yang memburuk membuat tim medis menganjurkan agar ia dirujuk ke Rumah Sakit Ampana yang terletak di ibu kota kabupaten.
Namun, jarak tempuh menuju rumah sakit rujukan tersebut memakan waktu sekitar 8 jam karena akses jalan yang rusak parah dan medan yang sangat ekstrem.
Sayangnya, maut menjemput Wita sebelum ia sempat mendapatkan penanganan spesialis di Rumah Sakit Ampana.
Mengingat kondisi geografis dan risiko bermalam di jalan jika harus kembali ke Dusun Paria, keluarga memutuskan untuk menurunkan jenazah dari ambulans saat tiba di Desa Sukamaju.
Keputusan membonceng jenazah menggunakan motor diambil karena tidak tersedianya kendaraan roda empat di lokasi tersebut yang mampu menjangkau rute menuju rumah duka di Dusun Kalamba.
Meskipun sempat diminta menunggu ambulans lain, keluarga memilih bergerak cepat agar jenazah bisa segera disemayamkan. Setibanya di rumah keluarga di Dusun Kalamba, jenazah Wita Ladi langsung dimakamkan.
Peristiwa ini kembali membuka tabir mengenai sulitnya akses kesehatan bagi warga di wilayah pelosok Sulawesi Tengah. Keterbatasan sarana transportasi dan infrastruktur jalan yang memadai masih menjadi ancaman nyata bagi keselamatan ibu dan anak, terutama dalam situasi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat.














