JurnalPatroliNews – Jakarta – Untuk pertama kalinya, Kim Ju Ae, putri dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, terlihat mendampingi ayahnya dalam kunjungan resmi ke luar negeri. Momen langka ini terjadi saat Kim Jong Un berkunjung ke Beijing, China, pekan ini, dan langsung memicu spekulasi baru mengenai siapa penerus dinasti Kim di masa depan.
Saat tiba di Beijing, Kim Jong Un disambut jajaran pejabat tinggi China. Di belakangnya tampak Ju Ae, tersenyum sopan, mengenakan gaun hitam dengan rambut terikat pita. Kehadirannya menjadi sorotan karena biasanya ia hanya muncul dalam acara-acara resmi di Korea Utara, terutama yang berhubungan dengan militer.
Ju Ae mulai diperkenalkan ke publik pada 2022 ketika mendampingi sang ayah dalam uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM). Sejak itu, ia beberapa kali tampil di parade militer hingga acara kenegaraan, bahkan sempat berdiri di posisi menonjol di depan Kim Jong Un pada 2024 sesuatu yang jarang terjadi dalam sistem politik Korea Utara yang menempatkan pemimpin sebagai pusat utama.
Keterlibatannya di Beijing kini dianggap penting, mengingat ia diperkenalkan langsung kepada sekutu utama Korut, yakni Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Meski kerap muncul, informasi pribadi Ju Ae masih sangat terbatas. Mantan bintang NBA Dennis Rodman pernah mengungkap pada 2013 bahwa Kim Jong Un memiliki anak bernama Ju Ae setelah ia berkunjung ke Pyongyang. Diperkirakan, Ju Ae kini berusia awal remaja.
Pada beberapa kesempatan, Ju Ae juga terlihat ditemani oleh bibinya, Kim Yo Jong, yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di lingkaran kekuasaan Korut.
Media pemerintah Korut kerap menyebut Ju Ae dengan istilah penuh penghormatan seperti “dicintai” dan “dihormati”. Para pengamat menilai hal ini bisa menjadi tanda bahwa ia sedang dipersiapkan untuk mengambil peran lebih besar di masa depan, termasuk kemungkinan menggantikan Kim Jong Un.
Namun, sebagian analis tetap ragu. Selain karena sistem patriarki yang masih kuat di Korut, ada dugaan dua anak Kim Jong Un lainnya yang lebih berpeluang ditunjuk sebagai pewaris tahta.
Terlepas dari itu, kemunculan Ju Ae di panggung internasional jelas menandai babak baru dalam politik dinasti keluarga Kim yang selama ini menjadi poros kekuasaan Korea Utara.














