Surabaya Ubah 1.800 Ton Sampah Jadi 11 Megawatt Listrik

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kota Surabaya menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari. Untuk mengatasi volume tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan sistem pengelolaan sampah komprehensif berbasis teknologi waste to energy yang mampu menghasilkan sekitar 11 megawatt listrik.

Selain itu, sekitar 200 ton sampah per hari kini dikelola langsung oleh masyarakat melalui jaringan bank sampah di tingkat komunitas.

“Kami memproses sampah tersebut dengan teknologi waste to energy yang mampu menghasilkan kurang lebih 11 megawatt listrik.

Selain itu, sekitar 200 ton sampah per hari dikelola oleh warga melalui bank sampah,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bapedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, Kamis (13/11/2025).

Irvan menjelaskan, program pengolahan sampah berbasis komunitas tersebut memungkinkan warga memilah sampah bernilai ekonomis untuk didaur ulang, sementara sampah organik diolah menjadi pupuk atau dimanfaatkan untuk budidaya maggot. Maggot hasil budidaya kemudian digunakan oleh peternak ayam dan ikan di berbagai wilayah.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah di Surabaya. Kota ini telah menjadi salah satu contoh nasional dalam inovasi pengelolaan limbah menjadi sumber daya energi.

“Sementara itu, untuk sisa sekitar 600 ton sampah yang belum terkelola, Pemkot Surabaya berencana menuntaskannya melalui pembangunan empat fasilitas refuse derived fuel (RDF) yang ditargetkan selesai dalam dua tahun ke depan,” tutur Irvan.

Fasilitas RDF tersebut nantinya akan mengolah residu sampah menjadi bahan bakar alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh industri semen dan pembangkit listrik.

Langkah ini diharapkan mampu menekan volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan sekaligus mendukung program zero waste city yang tengah digalakkan Pemkot Surabaya.

Dengan strategi multi-level ini—mulai dari waste to energy, bank sampah komunitas, hingga fasilitas RDF—Surabaya diharapkan mampu menjadi kota besar pertama di Indonesia yang mandiri dalam pengelolaan sampah dan energi berbasis lingkungan berkelanjutan.