JurnalPatroliNews – Jakarta – Perum Bulog bergerak cepat memastikan ketersediaan pasokan beras di berbagai wilayah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pengiriman ini sekaligus menjadi tindak lanjut untuk menepis isu-isu terkait impor beras, sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo dalam berbagai forum internasional seperti PBB, KTT G20, dan pertemuan tingkat tinggi lainnya, yang menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan.
“Kita ketahui bersama bahwa Bapak Presiden Republik Indonesia telah menyampaikan Indonesia swasembada pangan di berbagai event internasional. Ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah swasembada pangan,” ujarnya.
Rizal memastikan bahwa stok beras nasional saat ini berada pada posisi yang sangat kuat, yakni mencapai 3,8 juta ton. Jumlah ini dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun, bahkan diproyeksikan aman sampai awal tahun 2026.
“Jadi masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu bahwa stok beras kita mencukupi dan tidak perlu lagi impor-impor dari mana pun,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi petani Indonesia yang semakin maju dari sisi teknologi berkontribusi besar terhadap terpenuhinya pasokan beras nasional. Prediksi produksi beras nasional pada akhir tahun diperkirakan mencapai 34 juta ton.
Di wilayah Kepulauan Riau, stok beras saat ini tercatat stabil. Gudang Bulog Batam menyimpan sekitar 3.200 ton, sementara di Pulau Karimun tersedia 250 ton.
Kebutuhan bulanan Pulau Batam diperkirakan hampir 1.000 ton. Untuk pengiriman tahap awal ke Batam, Bulog mengirimkan sebanyak 48 ton beras premium. Pengiriman ini dijadwalkan tiba pada 3 Desember atau lebih cepat agar segera dapat didistribusikan kepada masyarakat menjelang Nataru.
Beras premium tersebut menggunakan dua merek andalan Bulog, yaitu Sentra Ramos dan Punakawan, yang dipasarkan dengan kualitas terbaik dan harga flat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14.900 per kilogram.
Selain Batam, Bulog juga memprioritaskan pergerakan stok ke wilayah Indonesia Timur, terutama daerah dengan konsentrasi penduduk Nasrani yang tinggi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Bukan hanya yang nanti kita kirim ke Batam, tapi kita juga akan kirim ke wilayah-wilayah Indonesia Timur khususnya di Maluku, Papua, dan NTT. Kita akan kirim juga karena saudara-saudara kita di Indonesia Timur banyak yang Nasrani,” kata Rizal.
Setelah pengiriman ke Indonesia Timur, Bulog akan menuntaskan distribusi untuk wilayah Indonesia Barat. Ke depan, Bulog berencana mengirimkan volume yang lebih besar, menyesuaikan kebutuhan daerah masing-masing untuk memastikan seluruh masyarakat dapat merayakan Nataru dengan ketersediaan beras yang aman dan stabil.














