JurnalPatroliNews – Jakarta – Edy Pratowo resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Tengah (Kalteng) periode 2025–2029 melalui mekanisme aklamasi. Penetapan tersebut dilakukan pada Musyawarah Daerah XI DPD Golkar Kalteng yang digelar di Swiss Bell Hotel Danum, Palangka Raya, Sabtu (29/11/2025).
Edy yang juga menjabat sebagai wakil gubernur Kalteng adalah satu-satunya kandidat yang mengembalikan formulir pendaftaran hingga batas akhir pada Kamis (27/11/2025). Dengan hanya satu calon, jalannya Musda berlangsung kondusif tanpa dinamika politik yang berarti.
Dalam sambutannya usai terpilih, Edy Pratowo menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pemerintah pusat, baik sebagai kader Partai Golkar maupun selaku wakil kepala daerah. Ia menekankan bahwa seluruh prioritas nasional, khususnya agenda Presiden Prabowo Subianto, akan menjadi prioritas partai di tingkat provinsi.
“Apa yang jadi prioritas pemerintah pusat juga jadi prioritas kami di Kalteng,” ujar Edy. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memastikan seluruh program pusat, terutama yang berada dalam koordinasi Kementerian ESDM, dapat direalisasikan sesuai target.
Terpilihnya Edy diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal Golkar Kalteng sekaligus mensinergikan program pembangunan nasional dengan kebutuhan di daerah.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, saat membuka Musda XI, menyampaikan pesan tegas kepada seluruh pengurus dan peserta forum. Ia menekankan bahwa Musda kali ini harus menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan jumlah kursi legislatif pada Pemilu 2029.
“Target kita ke depan adalah menaikkan kursi partai. Kalau hari ini 102, maka ke depan harus naik jadi 103, lalu 104, 105. Yang penting kursi naik, itu ukuran keberhasilan,” kata Bahlil.
Ia menegaskan pentingnya pembenahan organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa sebagai ujung tombak pemenangan pemilu. Menurutnya, tanpa pengurus yang aktif di tingkat bawah, peningkatan kursi legislatif akan sulit tercapai.
“Tongkat pertarungan itu ada di kecamatan dan desa. Jika pengurus di bawah tidak aktif, segera lakukan rehabilitasi,” tegasnya.
Bahlil juga meminta agar Musda mampu melahirkan strategi pemenangan yang jelas, realistis, dan dapat dieksekusi. Ia menekankan bahwa Golkar harus hadir dengan kerja-kerja nyata untuk masyarakat.
Musda XI Partai Golkar Kalteng berlangsung dua hari, 29–30 November 2025, dan menjadi forum strategis yang menentukan arah kebijakan, konsolidasi, serta kepemimpinan Golkar Kalteng untuk lima tahun mendatang.














