JurnalPatroliNews – Jakarta – Upaya pengungkapan dugaan korupsi pembangunan Monumen Reog Ponorogo kembali dipacu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fokus penyidikan kini semakin mengerucut pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, terutama yang berkaitan dengan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa tim penyidik mengintensifkan pencarian bukti dengan menyasar sejumlah kantor pemerintahan dan lokasi swasta yang memiliki kaitan dengan proyek strategis tersebut.
“Penyidik sedang mempelajari kemungkinan adanya pola serupa pada dinas lain maupun proyek berbeda di Pemkab Ponorogo. Oleh karena itu, pemeriksaan saksi dan penggeledahan turut diarahkan pada proyek Museum Reog,” ujar Budi, Minggu, 7 Desember 2025.
Menurut Budi, dari serangkaian penggeledahan, penyidik berhasil mengamankan berbagai dokumen serta barang bukti elektronik (BBE). Temuan tersebut diharapkan dapat memperjelas kemungkinan praktik suap maupun permainan proyek di luar pengadaan Monumen Reog.
Selama akhir November 2025, penyidik telah melakukan penggeledahan di 11 titik di wilayah Jawa Timur, mencakup Surabaya, Bangkalan, hingga Ponorogo. Sejumlah lokasi yang disasar antara lain kediaman SUG, rumah ELW, kantor CV Raya Ilmi dan CV Rancang Persada, rumah KKH (Tenaga Ahli Bupati), rumah YSD (PPK Monumen Reog), rumah MJB (PPK RSUD Harjono), kediaman RLL (anggota DPRD Ponorogo), serta kantor CV Wahyu Utama.
Tim KPK juga turut membuka ruang penyelidikan di kantor PT Widya Satria—pemenang tender proyek pembangunan Monumen Reog. Dari lokasi itu, selain dokumen dan peralatan elektronik, penyidik menemukan sepucuk senjata api. Barang tersebut kemudian diserahkan ke Polda Jawa Timur untuk penanganan lebih lanjut.
Rangkaian penggeledahan masif sebelumnya telah berlangsung sejak 11 hingga 14 November 2025 di beberapa titik strategis, meliputi kantor Dinas PU, RSUD Ponorogo, rumah dinas bupati, rumah dinas sekretaris daerah, kediaman pribadi Sugiri Sancoko, kediaman Yunus Mahatma, rumah Sucipto, dan sejumlah titik lainnya. Berbagai dokumen terkait anggaran dan proyek telah diamankan.
Selain dokumen, tim penyidik juga menyita barang-barang bernilai tinggi dari kediaman Yunus, termasuk jam tangan mewah, 24 unit sepeda, serta dua mobil kelas premium — Jeep Rubicon dan BMW.














