Optimisme DJBC: Amankan Penerimaan Negara Lewat Pengawasan Ketat dan Modernisasi Sistem

JurnalPatroliNews – Jakarta -Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menyatakan optimismenya untuk mencapai target penerimaan kepabeanan dan cukai tahun 2026 sebesar 336 triliun rupiah. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan target tahun 2025 yang dipatok pada angka 334 triliun rupiah.

Menariknya, Bea Cukai menegaskan bahwa pencapaian tersebut akan dikejar tanpa melakukan kenaikan tarif cukai hasil tembakau maupun penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menjelaskan bahwa fokus utama kebijakan tahun depan adalah pada penguatan pengawasan dan efisiensi penegakan hukum berbasis risiko.

Alih-alih menaikkan beban tarif, instansi ini akan mengandalkan modernisasi sistem dan pemanfaatan teknologi mutakhir untuk meminimalisir kebocoran penerimaan negara di berbagai lini.

Salah satu inovasi yang disiapkan adalah pengembangan smart customs berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini akan digunakan untuk meneliti nilai pabean, klasifikasi barang, serta melakukan profiling risiko yang lebih tajam guna menekan praktik pelaporan nilai barang yang lebih rendah dari aslinya.

Sementara itu, untuk bea keluar, pemerintah akan melakukan ekstensifikasi pada komoditas baru seperti emas dan batubara yang diproyeksikan mampu menyumbang penerimaan hingga 23 triliun rupiah.

Di sektor cukai, strategi yang dijalankan adalah intensifikasi operasi pemberantasan rokok ilegal secara serentak dan terpadu. Pengawasan pemesanan pita cukai juga akan diperkuat dengan teknologi AI guna meningkatkan kepatuhan pelaku usaha.

Langkah-langkah ini diambil agar penerimaan negara tetap tumbuh positif namun tanpa menambah beban ekonomi langsung kepada masyarakat melalui kenaikan tarif.

Kinerja positif sepanjang tahun 2025 menjadi landasan kuat bagi optimisme ini. Hingga November 2025, realisasi penerimaan Bea Cukai telah mencapai 269,4 triliun rupiah atau tumbuh 4,5 persen secara tahunan.

Dengan tren pertumbuhan yang stabil, terutama pada sektor bea keluar yang melonjak signifikan, DJBC yakin bahwa transformasi digital dan perluasan basis penerimaan komoditas akan menjadi kunci sukses di tahun 2026.