JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini dengan level AWAS untuk wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan pada Jumat (23/1/2026).
Status ini menandakan adanya potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem yang dipicu oleh aktivitas bibit Siklon Tropis 91S.
Bibit siklon yang terbentuk sejak 21 Januari di Samudera Hindia ini, berkolaborasi dengan fenomena La Nina, Monsun Asia yang menguat, serta aktifnya gelombang atmosfer MJO.
Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil di wilayah Banten bagian timur.
Dampak cuaca ekstrem ini telah dirasakan sejak Kamis (22/1), di mana banjir besar melanda pemukiman warga. Titik terparah dilaporkan terjadi di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.
Akibat luapan Sungai Cidurian, ketinggian air di wilayah tersebut dilaporkan mencapai 2,5 meter, memaksa setidaknya 122 keluarga terdampak untuk mengungsi atau bertahan di area yang lebih tinggi.
BPBD Kabupaten Tangerang melalui Pos Cisoka terus melakukan pemantauan intensif di RW 02 dan RW 03 Cikande karena debit air yang masih menunjukkan tren peningkatan.
Meski diprediksi intensitas hujan akan menurun pada Sabtu besok, warga diimbau untuk tetap waspada selama status AWAS masih berlaku hingga Jumat malam.














