JurnalPatroliNews – Pati – Kegiatan membangunkan sahur atau tongtek di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berakhir ricuh. Tawuran pecah antara dua kelompok pemuda dari Desa Wotan dan Desa Baturejo pada Minggu (15/3/2026) dini hari, dipicu oleh penyalahgunaan kembang api yang diarahkan ke kerumunan warga.
Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika rombongan pemuda dari Desa Wotan melintas di perempatan Dukuh Ronggo sambil menyalakan kembang api. Namun, kembang api tersebut diarahkan ke pemuda Desa Baturejo yang sedang berkumpul menunggu waktu sahur.
“Hal itu memicu kesalahpahaman hingga berujung perkelahian fisik. Satu orang berinisial DWU (26) mengalami luka di kepala akibat pemukulan dan sempat dirawat di Puskesmas Sukolilo I,” ungkap AKP Sahlan, Senin (16/3/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi bergerak cepat mengamankan belasan pemuda dari kedua desa. Dari Desa Wotan, polisi mengamankan 10 pemuda yang mayoritas masih di bawah umur, sementara dari Desa Baturejo terdapat 4 pemuda yang diperiksa sebagai saksi dan pelaku.
Mengingat sebagian besar pelaku masih berstatus pelajar, pihak kepolisian memfasilitasi mediasi yang melibatkan tokoh masyarakat, pihak desa, sekolah, serta orang tua. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah melalui mekanisme restorative justice atau kekeluargaan.
Meski tidak diproses hukum ke pengadilan, para pelaku dikenakan sanksi administratif berupa wajib lapor pada malam takbir, hari Lebaran, serta setiap hari Senin dan Kamis. “Langkah ini diambil sebagai bentuk pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Sahlan.
AKP Sahlan juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai larangan kegiatan tongtek berlebihan dan penggunaan sound horeg di wilayah Sukolilo guna menjaga kekhusyukan bulan Ramadan dan mencegah konflik antar-warga.














