JurnalPatroliNews – Jakarta – Satuan Reskrim Polres Badung terus bergerak cepat untuk mengidentifikasi pelaku penganiayaan maut yang menewaskan warga negara (WN) Belanda, Rene Pouw (49).
Hingga Rabu (25/3), pihak kepolisian telah memeriksa lima orang saksi guna mengungkap motif dan sosok di balik penusukan yang terjadi di kawasan Villa Amira, Badung, Bali.
Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, menjelaskan bahwa lima saksi yang diperiksa terdiri dari kekasih korban berinisial PI (30), warga sekitar vila, serta warga yang melintas di lokasi saat kejadian pada Senin (23/3) malam.
“Berdasarkan keterangan teman dekat korban, pelaku berjumlah dua orang. Namun, kami masih mendalami apakah pelaku merupakan warga negara asing atau lokal melalui penyelidikan lapangan,” ujar Joseph, Rabu (25/3).
Meski demikian, polisi mengaku menghadapi tantangan karena minimnya kamera pengawas (CCTV) di titik utama kejadian. Rekaman yang tersedia hanya mencakup area ujung gang menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Guna mengatasi kendala ini, Polres Badung akan mengedepankan metode scientific crime investigation (SCI) untuk mencari bukti-bukti otentik lainnya.
Kronologi Kejadian Peristiwa berdarah ini bermula saat korban bersama kekasihnya, PI, sedang dalam perjalanan pulang menuju kediaman mereka di Villa Amira nomor 3.
Saat melintas di depan vila nomor 1, mereka berpapasan dengan dua orang berboncengan motor yang tiba-tiba berbalik arah mengejar mereka.
Menyadari situasi berbahaya, Rene sempat meminta PI segera lari masuk ke dalam vila dan mengunci pintu. Namun, kedua pelaku langsung menyerang Rene secara membabi buta menggunakan pisau. PI yang sempat dikejar pelaku berhasil menyelamatkan diri dengan bersembunyi di area vila nomor 4 yang gelap.
Setelah para pelaku melarikan diri, PI menemukan korban dalam kondisi luka parah di bagian leher, wajah, lengan, bahu, dan punggung.
Rene sempat dilarikan ke RS BIMC untuk mendapatkan perawatan darurat, namun nyawanya tidak tertolong akibat pendarahan hebat.
Saat ini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi untuk kepentingan olah TKP lanjutan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait pergerakan mencurigakan di sekitar lokasi pada malam kejadian untuk segera melapor.














