JurnalPatroliNews – Jakarta – Jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri melakukan tindakan tegas dengan menggerebek sebuah kawasan yang dikenal sebagai Kampung Narkoba di Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Dalam operasi besar-besaran tersebut, tim gabungan kepolisian berhasil melumpuhkan jaringan peredaran gelap ini dan mengamankan sedikitnya 11 orang yang diduga kuat sebagai tersangka.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa operasi tersebut berjalan sukses berkat kerja sama taktis dari tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
Pihaknya bergerak secara senyap guna menggulung seluruh rantai sindikat narkoba yang selama ini meresahkan warga di sekitar Gang Langgar.
Selain berhasil menciduk 11 orang pelaku utama di lapangan, petugas kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti narkotika dalam berbagai jenis dan paket siap edar.
Penangkapan ini dipandang sebagai salah satu pukulan telak terhadap peta jaringan peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Timur.
Sindikat Beroperasi Empat Tahun dengan Omzet Fantastis Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan interogasi mendalam, Brigjen Eko Hadi Santoso memaparkan fakta mencengangkan mengenai rekam jejak hitam jaringan ini.
Sindikat yang berbasis di Kampung Narkoba Gang Langgar tersebut diketahui sudah menjalankan bisnis ilegal mereka secara rapi selama kurang lebih empat tahun lamanya.
Tidak main-main, perputaran uang atau omzet dari hasil penjualan barang haram yang dikelola oleh sindikat ini tercatat sangat fantastis.
Dalam satu hari beroperasi, jaringan ini mampu meraup keuntungan kotor mulai dari Rp150 juta hingga menyentuh angka Rp200 juta.
Jika diakumulasikan, bisnis haram terstruktur ini telah menghasilkan perputaran uang bernilai miliaran rupiah selama masa operasinya.
Tersangka Diciduk di Bedeng dan Ruko Proses penangkapan para pelaku berlangsung dramatis dan tersebar di beberapa titik lokasi terpisah di dalam kawasan kampung tersebut.
Berdasarkan rekaman dokumentasi video di lapangan, petugas melakukan penyisiran ke area-area tersembunyi yang disinyalir menjadi tempat transaksi dan persembunyian.
Beberapa tersangka terpantau diamankan oleh petugas saat berada di dalam sebuah bangunan bedeng semi-permanen.
Sementara itu, sebagian anggota sindikat lainnya berhasil diringkus tanpa perlawanan di sebuah rumah toko atau ruko yang berada di kawasan yang sama.
Usai dikumpulkan dan didata secara cepat di lokasi kejadian, seluruh tersangka langsung digiring masuk ke dalam armada mobil operasional yang telah disiapkan oleh tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
Guna mengantisipasi upaya melarikan diri, tangan para pelaku tampak diikat erat menggunakan tali pengikat plastik atau tali tis. Seluruh tersangka beserta barang bukti kini dibawa ke markas besar untuk menjalani pemeriksaan hukum lanjutan demi membongkar jaringan yang lebih luas.














