JurnalPatroliNews – Depok – Sebuah aksi pembobolan rumah kosong terjadi di kawasan Sawangan Jati, Kota Depok, pada Sabtu (6/6/2026) lalu.
Komplotan maling tersebut nekat menodongkan senjata api ke arah warga yang memergoki aksi kejahatan mereka di lapangan.
Seluruh rangkaian aksi kriminalitas yang dilakukan oleh kawanan pencuri ini sempat terekam secara jelas oleh kamera pengawas (CCTV).
Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Widodo, memberikan konfirmasi mengenai kronologi detail peristiwa tersebut pada Senin (8/6/2026).
Widodo mengungkapkan bahwa dirinya awal mulanya mendapatkan kabar dari warga mengenai keberadaan dua orang mencurigakan di depan rumah kosong itu.
Ia kemudian langsung menghampiri para pelaku secara persuasif dan mempertanyakan tujuan kedatangan mereka ke lokasi tersebut.
Untuk mengelabui warga, kedua pelaku berdalih sedang mencari keberadaan seseorang yang bernama Chandra.
Nama Chandra yang disebut oleh pelaku tersebut diketahui merupakan nama dari adik kandung sang pemilik rumah asli.
Kecurigaan Widodo mulai mencuat setelah dirinya melihat kondisi pintu utama rumah kosong tersebut sudah dalam keadaan rusak.
Saat mencoba melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke area dalam, ia menyadari bahwa masih ada pelaku lain yang bersembunyi di dalam bangunan rumah.
Ketegangan sempat terjadi ketika Widodo berupaya keras untuk menahan salah satu pelaku agar tidak melarikan diri di area pintu.
Namun, ia terpaksa melepaskan cengkeramannya setelah salah seorang pelaku dari dalam rumah menodongkan pistol ke arah wajahnya.
Widodo memilih untuk memundurkan diri demi keselamatan jiwanya daripada menjadi korban penembakan oleh komplotan bersenjata tersebut.
Berdasarkan pengamatannya, pelaku yang sempat ia tahan terlihat membawa sebuah obeng, sementara pelaku di bagian depan membekali diri dengan linggis.
Setelah memundurkan diri, Widodo langsung berteriak meminta tolong sekencang mungkin hingga memancing kedatangan warga sekitar.
Teriakan tersebut membuat warga berhamburan keluar rumah dan langsung melakukan aksi pengejaran terhadap komplotan maling yang kabur tunggang-langgang.
Komplotan Berjumlah Empat Orang Menggunakan Tiga Sepeda Motor
Widodo menjelaskan bahwa komplotan pelaku pembobolan tersebut diperkirakan berjumlah total empat orang.
Dalam melancarkan aksinya, para pelaku menggunakan fasilitas tiga unit sepeda motor yang dikendarai secara berboncengan.
Dua orang pelaku lainnya diketahui bertugas mengawasi situasi di sekitar area pintu pemakaman umum terdekat untuk mempermudah pelarian.
Saat mencoba melarikan diri dari kejaran massa, salah satu sepeda motor milik pelaku sempat menjatuhkan komponen pelat nomor kendaraan.
Meski demikian, Widodo menduga kuat bahwa tanda nomor kendaraan yang terjatuh di jalan tersebut merupakan pelat nomor palsu.
Sementara itu, satu unit sepeda motor milik pelaku lainnya terpantau sama sekali tidak menggunakan pelat nomor kendaraan resmi.
Pihak pemilik rumah yang menjadi korban pembobolan dilaporkan telah resmi membuat laporan kepolisian terkait musibah pencurian tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bojongsari mengenai perkembangan penyelidikan kasus ini.















Komentar