Demo 300 Mahasiswa Undip Dikawal 788 Polisi, Pendekatan Humanis Jadi Prioritas

JurnalPatroliNews | Semarang — Sebanyak 788 personel Polrestabes Semarang diterjunkan untuk mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa BEM Universitas Diponegoro (Undip) yang digelar di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (24/8/2026).

Sebelum ditempatkan di sejumlah titik, seluruh personel mengikuti apel kesiapan pengamanan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Apel dipimpin Kabagops Polrestabes Semarang AKBP Asep Supiyanto.

Usai apel, personel langsung menempati posisi sesuai pola pengamanan yang telah disiapkan. Sejumlah titik menjadi perhatian, mulai dari kawasan Kantor Gubernur Jateng, gerbang DPRD, gerbang belakang, hingga sejumlah akses lain di sekitar lokasi aksi.

Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis

Kasihumas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan seluruh anggota telah diarahkan untuk mengedepankan komunikasi dan tidak mudah terpancing situasi di lapangan.

Menurutnya, setiap tindakan kepolisian akan dilakukan secara bertahap, terukur, dan proporsional sesuai perkembangan kondisi.

“Kami pastikan seluruh anggota memahami tugas dan bekerja sesuai SOP serta tetap mengedepankan pendekatan humanis,” kata Riki kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

Polrestabes Semarang juga memastikan personel yang diterjunkan dalam pengamanan aksi tidak dibekali senjata api.

“Pengamanan kami awali dengan apel kesiapan dan pengecekan personel. Tidak ada personel yang membawa senjata api,” tegasnya.

Aksi Diperkirakan Diikuti 300 Mahasiswa

Aksi mahasiswa BEM Undip diperkirakan diikuti sekitar 300 peserta.

Para mahasiswa akan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah serta berbagai persoalan sosial yang menjadi perhatian mereka.

Kepolisian, kata Riki, tidak ingin pengamanan justru menjadi penghambat penyampaian pendapat.

Sebaliknya, petugas akan mengutamakan dialog dan komunikasi agar hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas warga lainnya.

“Kami mengutamakan dialog dan komunikasi agar penyampaian aspirasi berlangsung damai tanpa mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Polisi Imbau Massa Tetap Tertib

Meski pengamanan telah disiapkan secara maksimal, polisi tetap meminta peserta aksi menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.

Mahasiswa diimbau mematuhi ketentuan yang berlaku dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan.

Masyarakat pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan Kantor Gubernur Jawa Tengah juga diminta mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengaturan arus lalu lintas.

“Prinsipnya kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada semua pihak,” kata Riki.

Pengamanan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara hak masyarakat menyampaikan pendapat dan kepentingan publik untuk tetap memperoleh rasa aman serta kelancaran aktivitas.

Polrestabes Semarang memastikan situasi akan terus dipantau selama aksi berlangsung. Petugas juga ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi perkembangan situasi sekaligus memastikan demonstrasi berjalan tertib dan kondusif.

Komentar