Kemlu Hormati Hasil Penyelidikan Polisi Terkait Meninggalnya Arya Daru

Kemlu mengenang Arya Daru sebagai diplomat berdedikasi yang meninggalkan kesan mendalam di lingkungan kerjanya. Kepergiannya disebut menimbulkan duka yang besar, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas besar diplomasi Indonesia.

“Almarhum adalah pribadi yang ramah, berdedikasi tinggi, dan dikenal sebagai senior yang peduli terhadap kolega. Kehilangannya membawa duka mendalam di lingkungan Kemlu,” ujar perwakilan kementerian.

Dari sisi kepolisian, penyelidikan mengarah pada kesimpulan bahwa penyebab kematian Arya bukanlah hasil tindak kekerasan atau kriminalitas. Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa hasil autopsi menunjukkan adanya pembengkakan pada paru-paru serta gangguan pertukaran oksigen di saluran napas bagian atas.

“Penyebab kematian adalah gangguan pernapasan yang mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen,” jelas Wira dalam konferensi pers, Selasa (29/7).

Temuan ini diperkuat oleh analisis forensik terhadap barang bukti di lokasi kejadian. Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh Aipda Sigit Kusdiyanto dari Pusident Bareskrim Polri, hanya sidik jari milik Arya yang terdeteksi pada lakban yang ditemukan di kepala korban.

“Tidak ada sidik jari lain yang terdeteksi. Hanya sidik jari milik saudara ADP yang ditemukan pada barang tersebut,” ujar Sigit.