JurnalPatroliNews – Jakarta – Tiongkok kini mempercepat pembaruan sistem persenjataan nuklirnya dengan strategi menebar tekanan tanpa konfrontasi langsung. Laporan terbaru dari Hudson Institute mengungkap bahwa modernisasi tersebut lebih ditujukan untuk membentuk keunggulan politik dan psikologis terhadap Amerika Serikat dan mitra-mitranya di Asia, bukan untuk melancarkan serangan militer konvensional.
Laporan berjudul “Implikasi Modernisasi Senjata Nuklir China bagi Amerika Serikat dan Sekutu Regional”, yang diterbitkan Rabu (30/7/2025), menyebut bahwa modernisasi ini dirancang untuk mengganggu perencanaan militer lawan, menahan laju penguatan aliansi Amerika di Asia Timur, serta mendorong Beijing mencapai tujuan strategis tanpa harus melibatkan diri dalam perang terbuka.
“China ingin berada satu langkah di depan musuh, bukan dengan meluncurkan serangan, melainkan dengan menciptakan tekanan psikologis dan menghalangi kerja sama strategis antara AS dan sekutunya,” ungkap penulis laporan, John Lee dan Lavina Lee, seperti dikutip Newsweek.














