Jokowi Ungkap Ancaman Besar AI: “Kalau Tak Siap, Indonesia Akan Tertinggal!

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya Indonesia mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi perubahan besar akibat perkembangan artificial intelligence (AI) dalam beberapa tahun mendatang.

Menurutnya, dalam rentang lima hingga 15 tahun ke depan, dunia akan memasuki fase perubahan yang sangat cepat, terutama dalam pemanfaatan AI.

Jokowi menjelaskan bahwa persiapan harus dimulai dari generasi muda. Mereka perlu dibekali pemahaman mengenai algoritma, coding, machine learning, hingga teknologi kecerdasan buatan secara menyeluruh.

Ia menilai bahwa tanpa kesiapan tersebut, Indonesia akan kesulitan bersaing di tengah percepatan teknologi global.

“Yang paling penting harus dipersiapkan, harus di-training, harus dikenalkan sejak awal kepada anak-anak muda. Mengenai AI, algoritma, coding, machine learning.

Anak muda harus mengerti ini, karena perkiraan kita lima sampai 15 tahun yang akan datang akan ada perubahan ke arah itu,” ujar Jokowi di kediamannya di Solo, Jumat (28/11/2025).

Jokowi mengatakan isu revolusi AI menjadi salah satu poin utama yang ia sampaikan dalam pidatonya pada Bloomberg New Economy Forum 2025 di Singapura.

Ia meyakini dunia sedang bergerak menuju sebuah transformasi besar, tidak hanya pada penggunaan AI tetapi juga humanoid robotics yang diyakini akan mengubah cara kerja manusia di masa depan.

“Sebuah revolusi dalam penggunaan AI, kemudian revolusi dalam penggunaan humanoid robotics yang mana itu semua juga akan mempengaruhi perubahan cara kerja kita,” jelasnya.

Oleh karena itu, Jokowi menegaskan bahwa seluruh negara, termasuk Indonesia, tidak memiliki pilihan lain selain menyesuaikan diri dan memperkuat kesiapan internal.

Jika tidak, negara berisiko semakin tertinggal dengan cepat dari negara lain yang lebih adaptif terhadap teknologi baru.

“Kita harus meredefinisi kembali proses-proses, sistem, dan strategi yang harus dilakukan. Ini akan menyangkut semua negara. Kalau tidak, kita akan ditinggal oleh perubahan itu,” ucapnya.

Jokowi menambahkan, topik mengenai masa depan teknologi juga ia bahas dalam pertemuan empat mata dengan pendiri Bloomberg, Michael Bloomberg.

Dalam pertemuan itu, keduanya membicarakan perubahan-perubahan dunia yang terus bergerak menuju era baru.