JurnalPatroliNews | Jakarta – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI memperkuat kapasitas kepemimpinan para kepala daerah melalui Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026. Program yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) itu tidak hanya menghadirkan pembekalan di dalam negeri, tetapi juga memasukkan studi lapangan ke Singapura guna mempelajari praktik terbaik pelayanan publik.
Program tersebut diikuti oleh 25 kepala daerah, terdiri atas 23 bupati dan 2 wali kota, yang mengikuti rangkaian pembinaan kepemimpinan di Gedung Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus membangun karakter pemimpin daerah yang memiliki wawasan kebangsaan, integritas, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan pemerintahan.
“Program ini bertujuan memberikan penguatan terhadap kapasitas kepemimpinan pemerintahan daerah agar mereka memiliki wawasan kebangsaan, sikap patriotik, serta mampu membangun daerahnya dengan kepemimpinan yang kuat dan tangguh,” ujar Ace.
Belajar Langsung di Lee Kuan Yew School
Sebagai bagian dari program, seluruh peserta dijadwalkan mengikuti pembelajaran di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (NUS) pada pekan depan.
Menurut Ace, pemilihan institusi tersebut dilakukan karena dinilai memiliki reputasi internasional dalam bidang kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan.
“Minggu depan para peserta akan berangkat ke Singapura untuk mendapatkan pendidikan di Lee Kuan Yew School of Public Policy di National University of Singapore,” katanya.
Fokus pada Pelayanan Publik Modern
Selama berada di Singapura, para kepala daerah akan mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek pelayanan publik modern, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pengelolaan lingkungan, hingga penerapan teknologi digital dalam tata kelola pemerintahan.
Materi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di daerah masing-masing.
“Mereka akan diberikan berbagai pengetahuan mengenai pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pengelolaan sampah, penggunaan digital dalam sistem pemerintahan, serta berbagai aspek pelayanan publik lainnya,” jelas Ace.
Studi Lapangan ke Pusat Layanan Pemerintah
Selain mengikuti kegiatan akademik, peserta juga akan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah institusi pelayanan publik di Singapura guna mengamati secara langsung implementasi kebijakan dan sistem pelayanan masyarakat.
Ace menilai pengalaman tersebut penting agar para kepala daerah dapat memahami praktik terbaik (best practices) yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan daerah di Indonesia.
“Mereka juga akan melakukan kunjungan lapangan ke pusat-pusat pelayanan publik di Singapura. Hingga saat ini, Singapura masih menjadi salah satu negara yang memiliki praktik terbaik dalam pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Melalui program ini, Lemhannas berharap para kepala daerah mampu mengadopsi berbagai inovasi tata kelola pemerintahan, memperkuat kualitas pelayanan publik, serta mendorong terciptanya pemerintahan daerah yang lebih efektif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.















Komentar