Kriminolog Desak Polisi Segera Umumkan Penyebab Meninggalnya Diplomat Kemlu

JurnalPatroliNewsJakarta – Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, mendorong kepolisian untuk segera mengungkap penyebab pasti kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayuna. Ia menilai keterlambatan dalam menyampaikan hasil penyelidikan hanya akan memicu spekulasi liar di masyarakat.

“Selama hasil laboratorium belum keluar, masyarakat akan terus berspekulasi. Jadi, begitu ada hasil, sebaiknya langsung diumumkan,” ujar Adrianus, Sabtu, 12 Juli 2025.

Adrianus menjelaskan bahwa proses investigasi kriminal memang membutuhkan waktu, terutama jika melibatkan pemeriksaan forensik dan laboratorium. Namun ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.

“Kalau informasi hanya mengalir dari luar Tempat Kejadian Perkara (TKP), itu bukan penyidikan, tapi intelijen. Penyidik sejatinya bekerja berdasarkan temuan di TKP,” lanjutnya.

Selain menunggu hasil laboratorium, Adrianus menyebut bahwa penyidik kemungkinan besar juga menggali keterangan dari orang-orang terdekat korban, termasuk rekan kerja Arya di Kemlu. Hal ini penting untuk memperluas konteks dan menguatkan dugaan penyebab kematian.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa tim dari Polda Metro Jaya terus bekerja mengusut kasus ini. Ia menyatakan bahwa publik berhak mendapatkan kejelasan, mengingat kasus ini telah menyedot perhatian luas.

“Ini jadi sorotan masyarakat. Saya sudah minta tim agar bekerja ekstra dan mengumpulkan bukti secepatnya,” kata Sigit, Kamis, 10 Juli 2025.

Diketahui, Arya Daru ditemukan tak bernyawa di kamar kost Guest House Gondia, Menteng, Jakarta Pusat, dengan kondisi kepala terbungkus lakban. Temuan itu memunculkan banyak spekulasi soal motif dan latar belakang kematiannya, yang hingga kini belum dijelaskan secara resmi oleh kepolisian.