JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat merespons bencana banjir yang meluas di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan menyalurkan ribuan paket bantuan logistik dan mendirikan fasilitas darurat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa distribusi bantuan telah dilakukan sejak Senin lalu guna memastikan kebutuhan primer warga terdampak dapat segera terpenuhi.
Tim di lapangan terus melakukan pemantauan intensif mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah hilir Kabupaten Subang hingga akhir Januari ini.
Fokus utama penanganan saat ini adalah operasional dapur umum yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Pamanukan. Fasilitas ini didukung penuh oleh personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Kabupaten Subang dan bantuan kendali operasi dari Tagana Garut.
Kehadiran dapur umum menjadi sangat krusial mengingat ribuan warga saat ini terpaksa bertahan di tempat pengungsian seperti masjid, musala, dan madrasah karena rumah mereka terendam air dengan ketinggian mencapai 1,5 meter akibat luapan sejumlah sungai dan bendungan.
Bantuan logistik yang dikirimkan meliputi paket makanan siap saji, lauk pauk, hingga kebutuhan spesifik untuk anak-anak dan perlengkapan keluarga (family kit).
Selain makanan, Kemensos juga menyalurkan perlengkapan tidur berupa ratusan kasur dan selimut, serta berbagai jenis tenda mulai dari tenda gulung hingga tenda serbaguna untuk memperkuat kapasitas posko pengungsian.
Langkah ini diambil sejalan dengan penetapan status tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten Subang yang berlaku hingga awal Februari mendatang.
Berdasarkan data terkini, banjir telah berdampak pada lebih dari dua ribu rumah di enam desa, termasuk wilayah Ciasem dan Jati Baru. Sinergi penanganan melibatkan berbagai unsur mulai dari TNI-Polri, BPBD, hingga relawan dan sektor swasta.
Prioritas saat ini adalah menjaga kesehatan pengungsi dan memastikan aliran bantuan tetap lancar ke titik-titik pengungsian mandiri, sembari terus melakukan asesmen terhadap kerusakan infrastruktur dan kebutuhan jangka menengah warga terdampak.














