JurnalPatroliNews | Jakarta – Suasana sebuah kafe di kawasan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Sabtu sore (9/8/2026), tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah pencinta kucing berkumpul bukan untuk membahas kompetisi atau pameran, melainkan merayakan ulang tahun seekor kucing bernama Bebeck yang genap berusia 10 tahun.
Di antara para tamu, terdapat dua kucing yang ikut dibawa pemiliknya, yakni Denok dan Audrey. Keduanya merupakan kucing kesayangan Maria Magdalena Pergiwati, perempuan asal Jakarta Selatan yang selama bertahun-tahun menjadikan aktivitas merawat hewan sebagai bagian dari kesehariannya.
Bagi Pergiwati, yang akrab disapa Wati, membawa Denok dan Audrey ke acara tersebut bukan sekadar mengajak hewan peliharaan bepergian. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari tradisi berkumpul bersama komunitas pencinta kucing.
“Kami terbiasa berkumpul dengan sesama pencinta kucing, terutama saat ada yang merayakan ulang tahun. Ini merupakan bentuk kecintaan kami terhadap kucing,” kata Wati, Sabtu (9/8/2026).
Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara pemilik dan hewan peliharaan bagi sebagian pencinta kucing telah berkembang lebih jauh. Kucing tidak lagi dipandang sebatas hewan yang berada di rumah, tetapi menjadi bagian dari lingkungan sosial dan kehidupan keluarga.
Wati sendiri telah memelihara kucing selama kurang lebih satu dekade. Selain Denok dan Audrey yang tinggal bersamanya, terdapat lima ekor kucing lainnya yang dirawat di rumah orang tuanya.
Dengan demikian, setidaknya tujuh ekor kucing berada dalam lingkungan keluarga Wati.
Kecintaan Wati terhadap hewan sebenarnya tidak terbatas pada kucing. Ia juga menyukai anjing. Namun, aturan tempat tinggalnya di apartemen membuatnya tidak memungkinkan untuk memelihara anjing di kediamannya.
“Kalau di apartemen tidak boleh memelihara anjing,” ujarnya.
Kondisi tersebut tidak membuat kecintaannya terhadap anjing berhenti. Wati kemudian merawat seekor anjing di kantor. Hewan itu telah dipeliharanya sejak masih kecil dan kini tidak hanya menjadi bagian dari kesehariannya, tetapi juga berfungsi sebagai penjaga lingkungan kantor.
Sementara itu, di rumah, kucing-kucing menjadi teman yang menemaninya menjalani aktivitas sehari-hari.
Wati mengaku terbiasa berbicara dengan kucing-kucing peliharaannya. Meski tidak mendapatkan jawaban dalam bentuk bahasa manusia, berbagai respons sederhana seperti suara “meong”, tatapan mata maupun gerakan tubuh dianggapnya sebagai bentuk komunikasi tersendiri.
Bagi Wati, interaksi dengan hewan tidak selalu membutuhkan bahasa yang sama. Kedekatan justru dapat terbangun melalui kebiasaan, perhatian dan respons kecil yang terjadi setiap hari.
Kucing pun akhirnya tidak sekadar menjadi hewan yang diberi makan dan dirawat. Kehadirannya menjadi bagian dari rutinitas sekaligus teman di rumah.
Perayaan ulang tahun Bebeck yang memasuki usia 10 tahun kemudian berkembang menjadi ajang pertemuan komunitas.
Para pencinta kucing memanfaatkan momentum tersebut untuk saling bertemu, bertukar pengalaman dan berbagi cerita mengenai cara merawat hewan kesayangan.
Ada yang berbicara tentang kebiasaan kucing di rumah, pengalaman memelihara hewan, hingga berbagai cerita kecil yang hanya dipahami oleh mereka yang hidup berdampingan dengan kucing.
Bagi komunitas tersebut, perayaan ulang tahun bukan semata-mata tentang bertambahnya usia seekor kucing. Momentum itu menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antarpemilik hewan sekaligus menunjukkan bahwa merawat satwa peliharaan membutuhkan komitmen dan kasih sayang.
Bebeck yang kini berusia 10 tahun menjadi pusat perhatian pada sore itu. Denok dan Audrey hadir sebagai dua tamu berbulu yang ikut membuat suasana pesta semakin hidup.
Di tengah percakapan para pemiliknya, para kucing pun seolah memiliki dunianya sendiri.
Dan jika Denok serta Audrey benar-benar bisa ditanya mengenai pengalaman mereka menghadiri pesta ulang tahun Bebeck, mungkin tidak diperlukan jawaban panjang.
Cukup satu kata.
“Meong.”













Komentar