Tolak Tanggung Jawab Pacar Hamil, Remaja di Ogan Ilir Nekat Racuni dan Gantung Jasad Korban

JurnalPatroliNews – Ogan Ilir – Aparat kepolisian berhasil membongkar kasus pembunuhan berencana keji yang dilakukan oleh seorang remaja bernama Sandino alias Dino (18) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Tersangka Dino diduga kuat tega menghabisi nyawa kekasihnya, Yusnani (29), dengan cara meracuninya sebelum akhirnya menggantung jasad korban di sebuah pohon karet.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, menjelaskan bahwa pengungkapan draf perkara tragis ini bermula dari adanya laporan penemuan mayat oleh warga setempat.

Warga menemukan jasad seorang perempuan dalam posisi tergantung di kawasan kebun karet Desa Tanjung Miring, Kecamatan Rambang Kuang, pada Kamis (11/6/2026).

Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Muara Kuang dan Satreskrim Polres Ogan Ilir langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

Petugas berhasil mengidentifikasi korban sebagai Yusnani, yang sehari-hari bekerja sebagai juru masak di Pondok Pesantren Darul Funun dan berdomisili di Desa Tambang Rambang.

Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), tim penyidik langsung menemukan sejumlah kejanggalan yang mengindikasikan adanya unsur tindak pidana.

Kecurigaan polisi semakin menguat lantaran sepeda motor dan telepon genggam milik korban sama sekali tidak ditemukan di sekitar area lokasi kejadian.

Berbekal temuan barang bukti awal tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap tabir misteri kematian korban.

Hasil penyelidikan intensif menyimpulkan bahwa insiden ini murni merupakan kasus pembunuhan berencana yang disertai dengan aksi pencurian dengan kekerasan.

Penangkapan Tersangka dan Motif Penolakan Pernikahan

Setelah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi kunci, polisi akhirnya berhasil mengendus keberadaan pelaku dan menangkap Dino di Desa Jiwa Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim.

Berdasarkan draf pengakuan tersangka di hadapan interogasi petugas, Dino membenarkan bahwa dirinya dan korban memang tengah menjalin hubungan asmara yang intim.

Motif pembunuhan sadis tersebut dipicu oleh rasa panik pelaku setelah mengetahui kondisi korban yang saat itu sedang berbadan dua atau hamil.

Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, korban berulang kali mendesak pelaku untuk segera menikahinya, namun tersangka menolak mentah-mentah untuk bertanggung jawab.

Rekayasa Bunuh Diri Menggunakan Racun Rumput

Karena didera rasa takut hubungan terlarang tersebut diketahui oleh pihak keluarga serta masyarakat luas, Dino akhirnya nekat merancang draf pembunuhan berencana.

Pelaku mengeksekusi rencana jahat tersebut dengan cara mencampurkan cairan racun rumput ke dalam botol air mineral yang kemudian diberikan langsung kepada korban.

Korban yang tidak menaruh curiga sedikit pun langsung meminum air mineral tersebut hingga mengalami pusing hebat sebelum akhirnya jatuh pingsan tak sadarkan diri.

Setelah memastikan urat nadi korban sudah tidak berdenyut lagi, tersangka kemudian menggotong dan menggantung jasad korban di sebatang pohon di kebun karet tersebut.

Tindakan keji tersebut sengaja dilakukan oleh pelaku demi mengelabui petugas lapangan agar korban seolah-olah terlihat meninggal akibat murni mengakhiri hidupnya sendiri.

Usai melancarkan aksi rekayasa gantung diri tersebut, Dino langsung melarikan diri dari lokasi kejadian dengan membawa kabur barang berharga berupa motor dan ponsel milik korban.

Komentar