Flyover Brayan Geger! 9 Remaja Geng Motor Bornox Ditangkap, Sajam Disita

JurnalPatroliNews | Medan – Aksi konvoi kelompok geng motor yang membawa senjata tajam di kawasan Flyover Brayan, Kota Medan, Sumatera Utara, berujung penangkapan. Polrestabes Medan mengamankan sembilan anggota kelompok Born To Be Ok (Bornox) yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Penindakan dilakukan setelah video konvoi yang memperlihatkan sejumlah anggota kelompok membawa senjata tajam beredar dan memicu keresahan masyarakat.

Kanit Resmob Polrestabes Medan Iptu Ramadhani Bimo Setiadi mengatakan, polisi bergerak melakukan penyelidikan setelah mengetahui adanya aksi kelompok tersebut.

Penyidik kemudian berhasil mengidentifikasi salah satu anggota yang diduga terlibat. Petugas menangkap FCP (17) di sekolahnya, SMK Negeri 5 Medan.

“Tim berhasil menangkap salah satu anggota geng motor yang bernama FCP di sekolahnya,” kata Bimo dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Penangkapan FCP menjadi pintu masuk bagi polisi untuk melakukan pengembangan. Dari hasil penyelidikan berikutnya, petugas mengamankan delapan anggota lainnya.

Total terdapat sembilan orang yang diamankan, masing-masing berinisial FCP (17), ZRP (15), RIMN (16), RINN (16), MRAS (16), MASN (16), MRU (16), BAM (17), dan MHR (15).

Seluruhnya masih berusia remaja.

Dari pemeriksaan awal, polisi memperoleh informasi bahwa kelompok Bornox sebelumnya berkumpul di kawasan Jalan Karya Celincing, Kota Medan.

Kelompok tersebut juga diketahui memiliki konflik dengan kelompok geng motor lain yang disebut bernama Pembangkang 27 MDN. Kelompok lawan tersebut disebut berasal dari salah satu sekolah menengah atas di kawasan Belawan.

Polisi masih mendalami latar belakang perselisihan kedua kelompok tersebut, termasuk kemungkinan adanya rencana bentrokan maupun aksi kekerasan yang berkaitan dengan konvoi.

Selain mengamankan sembilan anggota, polisi juga menyita sejumlah senjata tajam yang diduga dibawa dalam aktivitas kelompok tersebut.

Kanit Resmob menyebut penyelidikan masih terus dikembangkan. Polisi kini memburu sosok yang diduga menjadi ketua kelompok Bornox berinisial EAS.

Pengejaran terhadap EAS dilakukan untuk mengungkap lebih jauh struktur kelompok, peran masing-masing anggota, serta tujuan membawa senjata tajam saat melakukan konvoi.

“Timsus JCS dan Opsnal Unit Resmob langsung memboyong para anggota geng motor dan barang bukti senjata tajam ke Polrestabes Medan guna pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Bimo.

Kasus tersebut kini ditangani Polrestabes Medan. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap para remaja yang diamankan dan mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam aksi lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Penindakan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian mengantisipasi aksi geng motor yang kerap menimbulkan keresahan, terutama aktivitas konvoi yang melibatkan senjata tajam dan berpotensi memicu bentrokan antarkelompok.

Komentar